Mengurusi Kemanusiaan, AMCF Menggandeng Unismuh Makassar

Salah satu bentuk program bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) adalah dengan pemberian bantuan kapal kemanusiaan dengan tujuan dan target untuk menjangkau pulau-pulau terpencil yang membutuhkan bantuan, yakni dalam bentuk bantuan pelayanan kesehatan, penyediaan rumah untuk fakir miskin, pengadaan MCK, bantuan sembako, dan lain-lain.


Pelaksanaan program ini telah dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia, seperti daerah Papua Barat, Maluku Utara, Kalimantan dan beberapa daerah lainnya. Dan pada kesempatan ini, pelaksanaan program ini dilaksanakan di Sulawesi Selatan dengan rangkaian kegiatan awal dengan digelarnya peresmian kapal kemanusiaan 04 Sulawesi Selatan atas kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar di Makassar Golden Hotel, Jl. Pasar Ikan No. 52, Makassar, Kamis (8/2/2018).


Dalam sambutannya, Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abdul Rahman Rahim, S.E., MM., menyampaikan puji syukur dan ucapan terima kasih atas terlaksananya kerjasama program ini. Kapal kemanusiaan ini adalah salah satu wujud dari program AMCF di Indonesia di dalam membantu yang berkaitan dengan pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan tanpa melihat suku, agama, ras maupun bangsa. AMCF ini adalah sebuah yayasan yang bekerjasama dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sehingga AMCF ini aktivitasnya ada di seluruh Indonesia dan sudah berlangsung selama 30 tahun. Karena itu, atas nama pimpinan dan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar mengucapkan terima kasih banyak kepada Syekh Khoory atas perhatiannya, Insya Allah amanah Syekh yang telah diberikan ke Unismuh Makassar akan dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik sesuai tujuannya dan Insya Allah Muhammadiyah akan terus berkomitmen untuk ikut mensejahterakan bangsa Indonesia, masyarakat Sulawesi Selatan sebagai tujuan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, papar Rahman Rahim.


Pernyataan apresiasi serupa juga disampaikan oleh Ketua BPH Unismuh Makassar, Dr. HM. Syaiful Saleh, M.Si, kepada ketua Yayasan AMCF, Syekh (HC) Mohammed MT Khoory atas partisipasinya di Persyarikatan Muhammadiyah. Selain itu, beliau juga menyinggung tentang biaya bahan bakar yang dibutuhkan dalam pengoperasian kapal kemanusiaan tersebut yang meliputi angka yang tidak kecil. Oleh karenanya itu dibutuhkan bantuan dana yang memadai untuk pelaksanaannya yang optimal.


Sementara itu, ketua Yayasan AMCF, Syekh (HC) Mohammed MT Khoory, melalui penerjemah menyampaikan rasa senang dan terima kasihnya kepada semua pihak atas terlaksananya program ini dan berharap bahwa semoga kapal kemanusiaan 04 Sulawesi Selatan ini juga bisa sukses seperti kapal-kapal yang lainnya. Mudah-mudahan tahun 2020 jumlah kapal yang kita miliki mencapai 11 buah Insya Allah. Tujuan dan target kita dari kapal yang akan kita resmikan nanti ini adalah untuk menjangkau pulau-pulau terpencil yang membutuhkan bantuan dan Insya Allah kita akan memberikan pelayanan berupa pelayanan kesehatan, pelayanan bangunan rumah untuk fakir miskin, membangun sarana umum seperti MCK dan juga memberikan bantuan sembako dan lain sebagainya, ungkap Syekh Khoory melalui penerjemah.


Beliau juga menambahkan bahwa AMCF juga sudah memliki 2 pusat kemanusiaan, yang berada di Jawa Barat dan Jawa Timur dan Insya Allah dalam waktu dekat akan dibuat satu pusat kemanusiaan di kota Makassar-Sulawesi Selatan yang nanti akan melayani masyarakat-masyarakat daerah Sulawesi Selatan. Program kapal kemanusiaan dan pusat kemanusiaan ini bukanlah hal yang mudah, tapi mengurusi hal kemanusiaan adalah sesuatu yang sangat nikmat dan yang penting bahwa pahala dari Allah SWT sangat besar menanti. Untuk itu, menangani proyek ini AMCF tidak bisa sendirian tapi membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, khususnya pemerintah provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, desa dan kelurahan yang ada di Sulawesi Selatan untuk mensukseskan program ini, tuturnya.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang, juga menyampaikan ucapan rasa syukur dan apresiasi atas program bantuan kapal kemanusiaan tersebut. Ini adalah sarana transportasi yang bisa kita gunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial, tutur Agus. (Hamsinah)