Perkebunan Jagung Berproduksi dan Tambak Pendidikan di Pangkep

Perkebunan jagung Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang berlokasi di Bolangi dan di Limbung, Kabupaten Gowa, mulai berproduksi, dan mulai menjual jagungnya kepada sejumlah perusahaan pakan ternak yang ada di Kota Makassar.


Pabrik pengolahan jagung Unismuh di Doja memiliki kapasitas produksi 150 ton per hari, dengan estimasi keuntungan Rp. 200 per kg. Dengan demikian, Unismuh bisa mendapatkan pendapatan sekitar Rp. 900 juta per bulan, dan dalam setahun bisa mendapatkan hasil keuntungan sekitar Rp. 10,8 miliar.


Lahan di Bolangi kami gunakan untuk pengembangan bibit jagung, sedangkan pengolahan jagungnya kami lakukan di Doja, Limbung, Kecamatan Bajeng. Kami memiliki pabrik pengolahan jagung di sana
, kata Rektor Unismuh Makassar Dr Abdul Rahman Rahim, didampingi Penanggungjawab Pabrik Jagung Unismuh Makassar Dr Idham Halid, Sabtu, 13 Januari 2018.


Rahman Rahim optimis unit usaha pengembangan bibit di Bolangi, dan pengolahan jagung Unismuh di Doja, Limbung, menjanjikan hasil bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat kampus.


Kehadiran pabrik jagung Unismuh di Gowa ini diharapkan untuk pemberdayaan masyarakat dengan jalan membeli jagung masyarakat sesuai standar pembelian yang ditetapkan pemerintah
, katanya.


Pabrik pengolahan jagung di Doja, Limbung, dikelola oleh PT Surya Pangan Indonesia, yang kepemilikannya 55% adalah saham Unismuh dan 45 persen lainnya saham dosen dan karyawan Unismuh.


Bisnis jagung ini sangat menjanjikan, karena musimnya tidak pernah putus-putus dan berlangsung sepanjang tahun. Tidak salah jika dosen berinvestasi pada usaha ini
, tambah Rahman.



Tambak Pendidikan di Pangkep


Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mempunyai tambak seluas 7 hektar Kampung Kokoa, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Tambak tersebut diperuntukkan sebagai lokasi pendidikan bagi mahasiswa dan sekaligus memberikan nilai bisnis bagi Unismuh Makassar.


Kita berharap dari hasil dari budidaya udang dan ikan bandeng di tambak tersebut, bisa memberikan kesejahteraan bagi seluruh warga Unismuh Makassar
, kata Rektor Unismuh Makassar Dr Abdul Rahman Rahim, Jumat, 12 Januari 2018.


Tambak tersebut dibagi beberapa petak dan sudah ditebari bibit udang dan bibit ikan bandeng, bahkan ada petak tambak yang sudah dipanen.


Memang ini baru langkah awal, jadi produksinya belum maksimal, tetapi untuk panen berikutnya diharapkan sudah mulai memberikan hasil yang lebih baik
, kata Rahman, seraya menambahkan bahwa tambak tersebut dibeli oleh Unismuh Makassar dari masyarakat setempat.


Rahman Rahim bersama Ketua BPH Unismuh Makassar, Dr HM Syaiful Saleh, Wakil Rektor III Dr Muhammad Tahir, Wakil Rektor IV HM Saleh Molla, sejumlah pimpinan, dosen, dan staf pun telah melakukan kunjungan ke lokasi tambak tersebut.


Kunjungan ini sekaligus untuk melihat sejauhmana perkembangan hasil pengelolaan tambak yang dicapai sejak Unismuh Makassar mengelola tambak ini beberapa bulan yang lalu
, jelas Rahman.


Kunjungan tersebut, lanjutnya, sekaligus sebagai ajang silaturahim dengan masyarakat dan aparat keamanan setempat dari unsur TNI dan Polri. (win/nas/hh/ar)

Berita Populer


Lulusan Kedokteran Terbaik II Nasional 13 Orang Raih IPK 4
16:22 WITA, 17 Januari 2018
dibaca 45 kali

Tata Tertib Peserta Pekerti Dosen Persyarikatan
05:43 WITA, 17 Januari 2018
dibaca 191 kali

S3 PAI dan FKIP Unsa Jalin Kerjasama
15:05 WITA, 16 Januari 2018
dibaca 32 kali


KKN Mu di Jawa Tengah
14:50 WITA, 15 Januari 2018
dibaca 28 kali

Perkebunan Jagung Berproduksi dan Tambak Pendidikan di Pangkep
15:24 WITA, 13 Januari 2018
dibaca 55 kali

Kerja Profesi (KKP) di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa
10:43 WITA, 12 Januari 2018
dibaca 32 kali

Guru Besar ke-7 dan Arogansi Kekuasaan
10:18 WITA, 12 Januari 2018
dibaca 56 kali

Baitul Arqam 2018
17:14 WITA, 11 Januari 2018
dibaca 141 kali

Puluhan Santri Ikuti Perkampungan Tahfidz di Unismuh
13:24 WITA, 30 Desember 2017
dibaca 64 kali