Orang Bugis-Makassar Punya Modal Sosial Hadapi MEA

Orang Bugis-Makassar punya modal sosial yang sangat bagus dalam menghadapi Pasar Bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yaitu kebiasaan duduk berunding atau bermusyawarah untuk membahas masalah pertanian dan membuat keputusan yang terbaik.

Duduk berunding bermusyawarah ini disebut tudang sipulung. Ini sama konsepnya dengan modal sosial, kata Dekan Pusat Pengajian Umum dan Kokurikulum, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Prof Dr Rosman bin Md Yusoff.

Hal itu dikemukakan saat membawakan Kuliah Umum di hadapan puluhan dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, di Aula Fakultas Teknik Lantai III Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, Selasa, 17 Oktober 2017.

Rosman yang membawakan kuliah umum bertajuk Modal Sosial untuk Pengembangan Agribisnis Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjelaskan tiga konsep utama yang perlu dipahami, yaitu modal sosial, agribisnis, dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Mengawali pemaparannya, Rosman menjelaskan tentang konsep MEA, di mana terdapat 5 hal yang harus dicapai menjelang tahun 2025, yaitu 1) ekonomi yang terintegrasi dan bersinergi, 2) masyarakat ASEAN yang kompetitif, inovatif dan dinamis, 3) hubungan kerja sama diantara negara-negara ASEAN, 4) masyarakat ASEAN yang tangguh, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan bersama dan tidak bersifat individual, dan 5) Masyarakat ASEAN mampu bersaing di peringkat global.

Berfokus pada konsep modal sosial yang menjadi asas pengembangan agribisnis, Rosman menjelaskan bahwa modal sosial adalah seperangkat hubungan kerjasama antara orang-orang yang membantu mereka memecahkan masalah bersama dan menyokong perolehan keterampilan dan mempengaruhi untuk mencapai tujuan ekonomi. Sehingga untuk menghadapi Pasar Bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN, kita harus mengembangkan potensi-potensi yang ada di daerah agar dapat bersaing pada persaingan global.

Kita harus berpikir lokal tapi bertindak global. Kita harus melihat potensi-potensi yang ada di daerah untuk dikembangkan sehingga mampu bersaing di pasar global, di pasar internasional, kata Rosman.

Pengembangan potensi-potensi lokal tersebut, katanya, dapat dilakukan dengan duduk bersama (tudang sipulung) dan bermusyawarah untuk membuat langkah-langkah pengembangan pertanian atau agribisnis.

Dekan Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, Burhanuddin SPi MP, pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Fakultas Pertanian Unismuh Makassar kini membina empat program studi, yakni Prodi Budidaya Perairan, Prodi Agribisnis, Prodi Kehutanan, serta Prodi Agroteknologi.

Kuliah Umum turut dihadiri dua Guru Besar Fakultas Pertanian Unismuh Makassar yakni Prof Ratnawati Tahir dan Prof Syafiuddin Saleh, para wakil dekan, para ketua prodi, serta puluhan dosen dan mahasiswa.

Terima Penghargaan
Sebelum membawakan kuliah umum, Rosman Yusoff terlebih dahulu dijamu oleh Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim. Dalam kunjungannya ke Unismuh Makassar, Prof Rosman didampingi oleh salah seorang mantan mahasiswanya di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Dr Alham Syahruna yang kini bertugas sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kantor Balitbangda Sulsel.

Selain membawakan kuliah umum di Kampus Unismuh Makassar, ada dua agenda utama Prof Rosman, yaitu menerima Penghargaan 20 Tokoh yang memberikan sumbangsih besar terhadap Sulawesi Selatan (19 Oktober 2017) dan menjadi pembicara pada konferensi internasional di Kampus Unhas (18-19 Oktober 2017), ungkap Alham. (win/hh/ar)

Keterangan gambar:
KULIAH UMUM. Dekan Pusat Pengajian Umum dan Kokurikulum, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) Prof Dr Rosman bin Md Yusoff (kedua dari kiri), didampingi Dekan Fakultas Pertanian Unismuh Makassar Burhanuddin SPi MP, Staf Balitbangda Sulsel Dr Alham Syahruna, serta Prof Syafiuddin Saleh, saat membawakan Kuliah Umum di hadapan seratusan dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, di Aula Fakultas Teknik Lantai III Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, Selasa, 17 Oktober 2017. (Foto: Asnawin)

Berita Populer


Guru dari Papua, Maluku, dan NTB Ikut PLPG di Unismuh
11:48 WITA, 14 November 2017
dibaca 73 kali


Orang Bugis-Makassar Punya Modal Sosial Hadapi MEA
18:38 WITA, 17 Oktober 2017
dibaca 130 kali

Prodi Bahasa Inggris Unismuh Songsong Akreditasi A
14:43 WITA, 17 Oktober 2017
dibaca 200 kali

Unismuh Tawarkan Kerjasama LPCR Muhammadiyah
16:01 WITA, 09 Oktober 2017
dibaca 130 kali




Unismuh Bangun Masjid Besar Tiga Lantai
10:48 WITA, 27 September 2017
dibaca 346 kali

Mempersiapkan Generasi Emas 2045
17:00 WITA, 25 September 2017
dibaca 229 kali