Sosialisasi Budidaya Benih Jagung Hibrida Pioneer dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Dalam rangka pelaksanaan program implementasi budidaya jagung di Sulawesi Selatan, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar sebagai fasilitator dalam program pemberdayaan masyarakat, khususnya masyarakat petani, yang bekerja sama dengan Kementrian Pertanian dan salah satu produsen Benih Jagung Hibrida terbesar di Indonesia, PT. DuPont Pioneer Indonesia mengadakan Sosialisasi Budidaya Jagung Hibrida Pioneer P35, di UBC Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, Rabu, 04 Oktober 2017.

Acara sosialisasi ini dihadiri perwakilan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Gowa dan Takalar, para Penyuluh, Ketua Kelompok Tani, dan dosen Fakultas Pertanian Unismuh Makassar. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang budidaya jangung yang tepat dan pengenalan benih jagung Hibrida Pioneer P35.

Rektor Unismuh Makassar, Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program budidaya jagung yang dikembangkan Unismuh Makassar ini adalah upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat petani melalui peningkatan pendapatan baik dari volume maupun kualitas hasil-hasil pertanian.

Insya Allah dalam 2018, kita tidak hanya kembangkan budidaya jagung, tapi kita juga akan kembangkan sektor lain, termasuk sektor ternak. Itu semua kita lakukan dalam rangka peningkatan kesejahteraan di dalam masyarakat. Mengangkat harkat dan martabat para petani kita, agar kita terus tetap mencintai lapangan pekerjaan di sektor pertanian. Ini dalam rangka mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan nasional, ungkap Rahman Rahim.

Ada kecenderungan sekarang, lanjutnya, di kacamata perguruan tinggi, minat masyarakat untuk menekuni sektor pertanian itu mengalami penurunan. Perguruan tinggi melihat hal ini sebagai suatu hal yang sangat strategis untuk dilakukan. Selain itu, dengan pola ini akan menumbuhkan pemuda-pemuda petani pemula yang berasal dari perguruan tinggi.

Terkait dengan pengenalan budidaya benih jagung Hibrida Pioneer P35, perwakilan PT. DuPont Pioneer Indonesia dalam hal ini diwakili oleh Territory Lead SulSelBar, Andi Mallombasi, menjelaskan bahwa kegiatan pra dan pasca budidaya tanam jagung yang tepat meliputi kegiatan seperti penyuluhan, demonstrasi penanaman yang tepat, kunjungan lapangan, dan penjualan langsung sehingga hal tersebut tidak hanya meningkatkan produktifitas petani, tetapi juga semua pelaku usaha.

Pioneer P35 Banteng ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu potensi rata-rata kurang lebih 12,1 ton per hectar are pipilan kering, tongkol penuh dengan janggel kecil rendemen 85%, panennya cepat yaitu relatif berumur 100 HST, kualitas biji itu berwarna cerah, kelobot menutup biji dengan baik, dan paling penting itu tahan serangan bulai, jelas Andi Mallombasi.

Selain itu, Andi Mallombasi juga menjelaskan tahapan atau fase budidaya jagung pioneer P35 yang mencakup 5 tahapan yakni fase daya tumbuh benih, fase perkecambahan sampai tanaman setinggi lutut, fase vegetatif, fase pengisian biji, dan fase panen. Pada fase pertama, daya tumbuh benih meliputi umur 0-15 HST, dengan prosedur yang meliputi benih itu harus tertanam dan tertutupi tanah dengan baik, dan penerapan jarak tanam yang tepat dan tanam 1 benih per lubang. Fase perkecambahan sampai tanaman setinggi lutut berada pada umur 15-40 HST. Fase vegetatif, yaitu pertumbuhan yang terjadi pada umur 45-60 HST atau 2 minggu sebelum dan sesudah penyerbukan.

Selanjutnya, fase pengisian biji yakni pada umur 70-95 HST meliputi ciri-ciri dengan kondisi air yang cukup biji akan terisi maksimum, P35 Banteng secara genetis tongkolnya muput, dan batang kuat. Terakhir, fase panen yaitu pada umur 95-110 HST.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa ada 4 langkah penting yang harus diperhatikan untuk memperoleh hasil panen yang melimpah, yakni 1) Penanaman, 2) Pemupukan, 3) Pengairan, dan 4) Panen. Mengakhiri pemaparannya, Andi Mallombasi menekankan bahwa sebutir jagung itu memiliki manfaat dan kegunaan yang besar dan banyak, seperti pakan ternak, gula jagung, serbuk jagung untuk bedak dan sebagainya. (Hamsinah)

Keterangan Gambar:
SOSIALISASI. Rektor Unismuh Makassar, Dr. H. Abdul Rahman Rahim (paling kiri), didampingi Konsultan Budidaya Jagung Unismuh Makassar, Dr. H. Muhtar (tengah), dan Wakil Rektor IV Unismuh Ir. H. Saleh Molla, M.M (paling kanan), memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Budidaya Benih Jagung Hibrida Pioneer dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan Nasional, di ruangan UBC Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, Rabu, 04 Oktober 2017. (Foto: Agus Salim H.R)

Berita Populer


Orang Bugis-Makassar Punya Modal Sosial Hadapi MEA
18:38 WITA, 17 Oktober 2017
dibaca 55 kali

Prodi Bahasa Inggris Unismuh Songsong Akreditasi A
14:43 WITA, 17 Oktober 2017
dibaca 84 kali

Unismuh Tawarkan Kerjasama LPCR Muhammadiyah
16:01 WITA, 09 Oktober 2017
dibaca 81 kali




Unismuh Bangun Masjid Besar Tiga Lantai
10:48 WITA, 27 September 2017
dibaca 225 kali

Mempersiapkan Generasi Emas 2045
17:00 WITA, 25 September 2017
dibaca 187 kali

Pengelolaan Keuangan Negara untuk Kesejahteraan Rakyat
15:26 WITA, 18 September 2017
dibaca 223 kali

KBRI Inggris Tanggung Biaya Penelitian Dosen Unismuh
10:02 WITA, 15 September 2017
dibaca 300 kali