Silaturrahim Calon Dosen Persyarikatan Universitas Muhammadiyah Makassar Tahun 2017

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengadakan acara silaturrahim dengan para calon dosen Persyarikatan Universitas Muhammadiyah Makassar yang dinyatakan lulus tahun 2017, di Aula Fakultas Kedokteran Lt.1 Kampus Unismuh Makassar, Senin, 28 September 2017. Acara ini dimaksudkan dengan tujuan selain sebagai penyambutan resmi kepada para calon dosen tersebut, juga sebagai kegiatan awal pengenalan dan penyampaian tentang rangkaian kegiatan-kegiatan lanjutan setelah tahap proses seleksi penerimaan, seperti kegiatan Baitul Arqam dan Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI).

Acara silaturrahim tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Ir. H. Abdul Rahim Nanda, M.T., Wakil Rektor II Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., Direktur SDK Unismuh Dr. Hj. Ruliati, M.M., Kepala Sub-Direktorat SDM H. Muhammad Rusdi, S.E., M.Si., dan para calon dosen yang telah dinyatakan lulus.

Mengawali acara silaturrahim tersebut, Wakil Rektor I, Abdul Rahim Nanda, mengingatkan kepada para calon dosen pentingnya menghargai waktu yang telah ditetapkan. Beliau, juga mengingatkan bahwa janganlah sengaja menunda-nunda waktu dengan alasan-alasan yang tidak penting dan tidak mendesak.

Selain itu, beliau juga menyampaikan penjelasan singkat tentang proses akademik yang akan dilalui oleh para calon dosen di Unismuh Makassar terkait Catur Dharma Perguruan Tinggi dan kiat-kiat apa saja yang perlu dilakukan dan dipersiapkan oleh dosen dalam melaksanakan proses akademik dan prestasi akademik.

Jadi, gambarannya itu, setelah anda mengikuti Baitul Arqam dan Pekerti, di hari terakhir Pekerti itu sesudahnya penyerahan SK, jadi ada kegiatan dulu sebelumnya kan. Kalo di negara itu seperti Prajabatan namanya. Jadi perkenalan kepada Unismuh, nah tetapi sebelumnya kami ingatkan anda sekalian bahwa tugas rutinitas dosen sebetulnya tadi itu saja yang Catur Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan-Pengajaran, Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Gerak Dakwah Al-Islam Kemuhammadiyahan. Jadi, itu tugas kita selama di Unismuh, ungkap Rahim Nanda dalam pemaparannya.

Lebih detail, beliau memaparkan bahwa pendidikan dan pengajaran merujuk pada Beban Kerja Dosen (BKD), yaitu kewajiban mengajar sejumlah 12 SKS di kelas ditambah dengan kegiatan lain. Jadi, 16 SKS per semester, ada penelitiannya dan itu merupakan kewajiban dasar yang harus terpenuhi nanti.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor II, Andi Sukri Syamsuri, menyampaikan pula bahwa dosen dan guru itu memiliki kesamaan dan perbedaan. Kesamaan keduanya adalah tentang proses pembelajaran yang dilakukan, dan yang membedakannya adalah di aspek pengabdian masyarakat dan penelitian, dan di Muhammadiyah ditambah satu lagi, yaitu Al-Islam Kemuhammadiyahan. Dengan demikian, seorang dosen tidak hanya melaksanakan proses pengajaran tetapi juga melaksanakan pengabdian masyarakat dan penelitian. Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang item-item dalam proses pengurusan kenaikan pangkat bagi para dosen.

Inilah yang harus dipahami dan menjadi komitmen untuk harus dijalankan nanti pada saat anda menjadi sudah resmi menerima SK sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Makassar. Inilah yang ingin kita permaklumkan kepada teman-teman ini supaya jangan parsial penyampaiannya sehingga tidak menjadi sebuah alasan karena tidak tahu nanti pada saat pengurusan. Inilah fungsinya silaturrahim ini juga, memberikan gambaran seperti itu, jelas Andi Sukri Syamsuri.

Pengurusan kenaikan pangkat ini, lanjut Andi Sukri Syamsuri, sangat membantu dalam kaitannya dengan akreditasi institusi kita. Nah, inilah harapan pak Rektor yang ingin disampaikan kepada kita semua. Apa yang kita harapkan, yang kita cita-citakan bisa berjalan dengan baik. Karena, para calon dosen persyarikatan adalah bagian dari sivitas akademika yang merupakan penghuni dari Universitas kita. Sehingga, penghuni ini sangat menentukan seperti apa output kita nantinya.

Inilah yang kita harapkan teman-teman dosen untuk saling membantu, saling memahami antara kami ini penyelenggara dan teman-teman dosen juga adalah bagian dari sivitas akademika ini untuk membangun sinergitas dalam kaitannya dengan mewujudkan cita-cita kampus kita ini, Universitas Muhammadiyah Makassar, tutur Andi Sukri Syamsuri mengakhiri pemaparannya.

Di akhir acara tersebut, kepala Sub-Direktorat SDM Unismuh Makassar, H. Muhammad Rusdi, juga menyampaikan dan menjelaskan tentang tata cara dan persayaratan pengurusan Nomor Induk Dosen Nasioanal (NIDN) kepada para calon dosen tersebut. Kelengkapan berkas tersebut meliputi scan KTP asli, scan Ijazah S1 dan S2 asli, Surat Keterangan Bebas Narkoba, Sehat Jasmani dan Rohani yang diperoleh dari Rumah Sakit Pemerintah tipe C. Dan bagi yang memiliki NIDN di luar Unismuh Makassar, harus mengurus surat keterangan Pelepasan atau keterangan pindah homebase dari Perguruan Tinggi Asal/Sebelumnya. (Hamsinah)

Keterangan Gambar:
SILATURRAHIM. Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Ir. H. Abdul Rahim Nanda, M.T (kedua dari kiri), memberikan pemaparan tentang proses-proses akademik di Unismuh Makassar yang terkait dengan Catur Dharma Perguruan Tinggi, didampingi oleh Wakil Rektor II: Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum (paling kiri), Direktur SDK Unismuh Dr. Hj. Ruliati, M.M. (paling kanan), dan Kepala Sub-Direktorat SDM H. Muhammad Rusdi, S.E., M.Si (kedua dari kanan), pada acara Silaturrahim Calon Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar Tahun 2017, di Aula Fakultas Kedokteran Lt.1 Kampus Unismuh Makassar, 28 September 2017. (Foto: Andriani/Humas Unismuh Makassar)