Pengelolaan Keuangan Negara untuk Kesejahteraan Rakyat

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Dr. Harry Azhar Azis, M.A, memberikan kuliah umum kepada seluruh mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar tahun akademik 2017/2018, di Auditorium Al-Amien Kampus Unismuh Makassar, Senin, 18 September 2017.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar, Ismail Rasulong, SE., MM., menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Dr. Harry Azhar Azis atas kehadiran dan kesediaannya membawakan kuliah umum untuk seluruh mahasiswa baru dan juga para civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar.

Acara kuliah umum tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Ir. H. Abdul Rahim Nanda, M.T., yang dalam hal ini mewakili Rektor Unismuh Makassar.

Alhamdulillah, pada kesempatan pagi hari ini, kita mendapatkan berkah atas kehadiran Bapak Dr. H. Harry Azhar Azis di tempat ini, insya Allah akan mengisi kuliah tamu yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi yang menjadi kegiatan rutin setiap tahun bahkan setiap semester dalam rangka membangun Indonesia yang kuat tentunya di bidang ekonomi. Tentu saja adalah kesyukuran bagi kami dan terima kasih sedalam-dalamnya kepada bapak Dr. Harry, ungkap Rahim Nanda.

Selanjutnya, terkait dengan kuliah umum tersebut, Dr. Harry Azhar Azis memaparkan materi dan informasi dengan tema Pengelolaan Keuangan Negara untuk Kesejahteraan Rakyat.

Dalam pemaparannya, Dr. Harry Azhar Azis menjelaskan tentang pemeriksaan laporan keuangan yang baik terdiri dari dua yaitu pemeriksaan untuk kinerja dan pemeriksaan indikator kemakmuran. Selain itu, dijelaskan pula tentang 4 indikator kemakmuran, yakni dari sudut pandang kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pendapatan (Gini Ratio). Tingkat kemiskinan dan pengangguran terukur tiap tahunnya harus menurun sesuai dengan target. Ketika angka pengukurannya berada pada angka nol, maka ketimpangan pendapatan itu disebut sama. Perintah Undang-Undang Dasar juga menekankan bahwa pengelolaan keuangan Negara itu harus transparan dan accountable.

Saya tutup dengan pendapat Kahlil Gibran, dia mengatakan begini coba kamu pilih dua teman kamu, yang pertama seorang dermawan, yang kedua seorang pejuang. Dijawab oleh Kahlil Gibran, saya tidak pilih dua-duanya. Yang saya pilih orang yang jujur, teman yang jujur. Kenapa, karena seorang pejuang, seorang dermawan bisa saja dia memberikan derma dengan tidak jujur supaya diliat orang-orang. Tapi orang jujur sudah pasti dia seorang pejuang dan sudah pasti dia seorang dermawan. Kita membutuhkan pemimpin-pemimpin di masa depan yang punya dua kualitas ini, pintar dan jujur, untuk mengelola keuangan Negara, tutur Azhar Azis.

Sebagai penutup dari pemaparannya, Azhar Azis menyampaikan bahwa ternyata kemakmuran itu ada hubungannya dengan kedaulatan Negara. Dan tak lupa pula, Azhar Azis menghimbau kepada seluruh mahasiswa baru untuk lebih meningkatkan tingkat jenjang pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Kuliah umum tersebut turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BPK Sulawesi Selatan, Endang Tuti Karyani, Wakil Rektor III Unismuh Makassar: Drs. Muhammad Tahir, M.Si., seluruh dosen dan civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. (Hamsinah)

Berita Populer


Orang Bugis-Makassar Punya Modal Sosial Hadapi MEA
18:38 WITA, 17 Oktober 2017
dibaca 55 kali

Prodi Bahasa Inggris Unismuh Songsong Akreditasi A
14:43 WITA, 17 Oktober 2017
dibaca 84 kali

Unismuh Tawarkan Kerjasama LPCR Muhammadiyah
16:01 WITA, 09 Oktober 2017
dibaca 82 kali




Unismuh Bangun Masjid Besar Tiga Lantai
10:48 WITA, 27 September 2017
dibaca 225 kali

Mempersiapkan Generasi Emas 2045
17:00 WITA, 25 September 2017
dibaca 187 kali

Pengelolaan Keuangan Negara untuk Kesejahteraan Rakyat
15:26 WITA, 18 September 2017
dibaca 224 kali

KBRI Inggris Tanggung Biaya Penelitian Dosen Unismuh
10:02 WITA, 15 September 2017
dibaca 301 kali