REVITALISASI PERAN SASTRA LISAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAKTER

Dalam ilmu sastra (lisan), ada tiga istilah berbeda yang digunakan oleh masyarakat awam secara tumpang tindih, yaitu istilah folklor, tradisi lisan, dan sastra lisan. Pertama, folklor merupakan pengindonesiaan dari kata folklore dalam bahasa Inggris. Secara etimologis, istilah folklore berasal dari kata folk dan lore. Folk memiliki pengertian kolektif (collectivity), sedangkan lore berarti sebagian kebudayaan yang diwariskan secara turun-menurun. Menurut Alan Dundes (dalam Danandjaya, 1984:1) folk adalah sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri pengenal fisik, sosial, dan kebudayaan, sehingga dapat dibedakan dari kelompok-kelompok lainnya. Selengkapnya...

Berita Populer


Guru dari Papua, Maluku, dan NTB Ikut PLPG di Unismuh
11:48 WITA, 14 November 2017
dibaca 73 kali


Orang Bugis-Makassar Punya Modal Sosial Hadapi MEA
18:38 WITA, 17 Oktober 2017
dibaca 129 kali

Prodi Bahasa Inggris Unismuh Songsong Akreditasi A
14:43 WITA, 17 Oktober 2017
dibaca 200 kali

Unismuh Tawarkan Kerjasama LPCR Muhammadiyah
16:01 WITA, 09 Oktober 2017
dibaca 130 kali




Unismuh Bangun Masjid Besar Tiga Lantai
10:48 WITA, 27 September 2017
dibaca 346 kali

Mempersiapkan Generasi Emas 2045
17:00 WITA, 25 September 2017
dibaca 229 kali